Masyarakat tengah menunggu kelahiran mobil murah Low Cost and Green Car (LCGC). Disinyalir pasar LCGC bisa mencapai 100 ribu unit di 2013. Meski pasarnya besar, namun Honda memprediksi LCGC tidak akan bisa mengalahkan mobil-mobil populer
Pabrikan mobil Honda sudah menyatakan diri mengikuti program mobil murah atau Low Cost and Green Car (LCGC). Honda pun siap membangun pabrik baru mobil LCGC yang akan selesai di 2014.
Pelaku industri otomotif tanah air tengah harap-harap cemas menanti keluarnya kebijakan mobil murah yang irit lingkungan atau Low Cost and Green Car (LCGC). Kebijakan tersebut paling cepat akan dirilis akhir tahun ini. Seperti apa pastinya?
Pasar mobil Indonesia dalam waktu dekat akan diramaikan dengan kehadiran mobil murah ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC). Namun Proton menilai, belum saatnya bagi mereka untuk bermain di segmen mobil murah.
Lahirnya si kembar mobil murah Agya dan Ayla, membuat produsen mobil bekas (mobkas) mempersiapkan strategi khusus. Untuk tetap bisa kompetitif di pasaran. Pengguna mobil bekas pun disarankan untuk cepat menjual mobilnya, karena begitu ada mobil murah, pasaran mobil bekas diprediksi anjlok.
Jika jadi keluar, harga mobil murah bakal berkisar Rp 70-100 jutaan. Harga yang sangat bersaing dengan mobil bekas. Tetapi mobil murah dianggap bukan musuh utama mobil bekas.
Lamanya regulasi pemerintah soal mobil murah, di sisi lain membawa angin baik untuk penjual mobil bekas. Karena terlalu lama menunggu, konsumen beralih ke mobil bekas dulu daripada harus menunggu lahirnya mobil murah di tanah air.
Daihatsu sudah menetapkan akan meluncurkan Ayla meski aturan dari pemerintah soal mobil murah belum keluar. Lantas adakah mobil murah dan ramah lingkungan dari Daihatsu selanjutnya?