Sebuah taman seringkali berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus tempat hiburan di sekitar kita. Sebuah kota di Italia diubah menjadi taman yang sangat indah, bagaikan berada di dunia dongeng yang sangat romantis.
Berbicara tentang asal muasal pemain bola di Inggris (Raya) ini ada kekhasan yang susah diketemukan di negara-negara lain: latar belakang sosial pemain yang relatif homogen (kelas pekerja ke bawah) dan orientasi intelektual yang juga homogen --dalam pengertian rendah.
Ingin suasana cozy saat makan siang? Resto mungil ini ditata seperti ruang makan keluarga. Mau makan pasta atau nasi dengan lauk tradisional, semuanya ada. Setelah makan juga bisa belanja, baju, dan akesoris!
Beberapa pojok restoran Feast di Sheraton Bali Kuta Resort berubah menjadi kios berjualan. Ada buah dan sayur segar, seafood, produk olahan daging, cokelat, aneka keju Italia, serta wine dari berbagai negara. Semuanya bisa dibeli layaknya di pasar!
Bagi orang Italia, waktu makan bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan biologis. Inilah momen di mana keluarga dan teman berkumpul, hangat dan akrab. Suasana inipun terasa di restoran Bene di Sheraton Bali Kuta Resort.
Wisatawan yang berada di Roma, Italia pasti tidak melewatkan kesempatan mampir di Colloseum. Tapi masih ada satu lagi destinasi yang wajib dikunjungi, yaitu Purgatory Museum. Di sini, Anda seolah diajak alam kematian. Hii!
The Conjuring, film horor yang sedang hangat dibicarakan mengangkat kisah nyata. Salah satunya bisa Anda datangi yaitu Occult Museum di Connecticut yang jadi rumah bagi Annabelle, sang boneka yang seram.