Pernah mencicipi STO alias Sangu Tutug Oncom? Kalau belum, memang maklum karena nasi khas Tasikmalaya ini di daerah Jawa Barat sudah mulai sulit ditemui. Versi asli nasi oncom ini kami temui justru di kota hujan, Bogor.
Kalau sedang mengurangi lemak, salmon yang dimasak dengan lobak dan kecap Jepang ini sangat cocok untuk santap malam. Bisa ditambahkan irisan cabai jika suka rasa pedas. Santap selagi hangat agar makin terasa gurihnya.
Daerah Selatan Cina tersohor di dunia karena kelezatan hidangannya. Cita rasa alami, kesegaran bahan dan aneka saus yang khas membuat ketagihan. Di restoran inipun kami dimanja dengan kelezatan khas Canton.
Dari resto hingga warung kaki lima bermunculan rumah makan ayam taliwang, menu khas asal Lombok. Seperti resto yang satu ini, bumbu dan sayuran diimpor dari Lombok. Agar cita rasanya seasli di daerahnya.
Mencari penjaja makanan Belitung memang tak semudah mencari gerobak penjaja mi Bangka di Jakarta. Memang nama Bangka lebih populer dibandingkan Belitung. Padahal mi khas Belitung juga sangat enak bahkan bisa bikin ketagihan!
Sushi yang sedang trendy semakin banyak digemari saja. Jika Anda suka makan sushi sebaiknya pahami cara menyantapnya. Apakah harus dengan sumpit? Atau boleh pakai tangan? Kalau mau makan sushi di sushiya, bagaimana pula cara memesannya?
Di Jakarta banyak bertebaran rumah makan betawi. Tapi yang satu ini terkenal karena menu andalannya yaitu nasi uduk dan ayam goreng yang nendang. Bukan berarti menu lainnya bisa Anda lewatkan.
Ikan kuah khas Indonesia ini sangat mudah dibuat. Kecuali itu jenis ikan laut bisa disesuaikan dengan selera. Kandungan gizi cukup sarat dan sehat karena tak banyak mengandung lemak. Rasanya? Hmm...asam segar dan pedas!
Selada mangga khas Thailand ini rasanya asam segar dan sedikit pedas. Taburan daging ikan lele yang digoreng kering memberi rasa renyah sekaligus gurih. Kontras rasa yang sangat pas lezatnya.