Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menuduh Prabowo Subianto memprioritaskan kunjungan ke luar negeri ketimbang rekonsiliasi. BPN menepisnya.
Kecurangan pemilu adalah tuduhan serius. Membangun narasi negatif di masyarakat tidak akan membantu bila bukti yang dihadirkan di persidangan hanya imajinasi.
"Wajar kalau ada elemen masyarakat misal di media sosial berharap Pak Prabowo memberikan penjelasan juga tentang kepergian beliau ke luar negeri," kata Arsul.
Prabowo Subianto bertolak ke Wina, Austria, disebut untuk urusan bisnis. Prabowo masih didampingi rombongan yang sama seperti yang menemaninya ke Dubai.
BPN menilai pernyataan PSI dapat memperkeruh suasana. BPN mengatakan saat ini rakyat sedang berduka atas tewasnya 8 orang tak berdosa dalam kerusuhan 21-22 Mei.
Hasil survei internal TKN menunjukkan 72% ASN memilih Prabowo-Sandi. Atas temuan ini, TKN menyatakan isu Jokowi memobilisasi ASN adalah kebohongan besar.