Tidak seperti lebaran tahun lalu yang mencapai rekor menjelang penutupan libur panjang, bursa tahun ini ditutup melemah. Pelaku pasar lebih memilih menjual saham-saham dan menunggu hasil voting dalam Kongres AS.
Fluktuasi di pasar finansial global belum berhenti. Namun penguatan saham-saham di Wall Street yang penuh perjuangan bisa menginspirasi penguatan di pasar saham lokal.
Runtuhnya bank di AS memang belum mempengaruhi bank-bank di kawasan Asia. Namun bukan berarti negara kawasan Asia harus tenang-tenang saja, bank sentral dan pemerintah harus berkoordinasi lebih erat
Kejatuhan saham-saham di Wall Street langsung diikuti oleh bursa-bursa regional pagi ini. Investor terus melepas saham-saham dan mencari tempat investasi yang lebih aman.
Investor saham di Bursa Efek Indonesia harus siap-siap menghadapi pergerakan saham yang buruk karena pasar saham dunia kembali kacau setelah sehari sebelumnya tenang sejenak.
Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan kembali naik tajam menyusul meredanya sejenak kekacauan di pasar global setelah aksi yang dilakukan sejumlah bank sentral dunia.
Pasar saham dalam negeri bakal tenang sejenak menyusul rebound yang terjadi di Wall Street. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) punya peluang lanjutkan rebound.
Bursa saham Jepang mengalami pukulan hebat di awal perdagangan saham Selasa (16/9/2008) terimbas sentimen negatif bangkrutnya bank investasi terbesar ke-4 di AS Lehman Brothres.
Mengikuti pelemahan bursa-bursa saham lain, saham-saham di Wall Street juga ditutup anjlok tajam. Semua sentimen negatif mengepung dan tak memberi kesempatan untuk penguatan.