Radja Nainggolan benar-benar menjadi raja pada laga ekshibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin. Gelandang klub Serie A Italia, Cagliari, berdarah Batak itu menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol pada laga yang mempertemukan Jakarta All Stars dengan tim nasional U-23 tersebut.
Gol tunggal pemain balsteran Batak-Belgia, Radja Nainggolan menjadi puncak laga ujicoba tim senior Jakarta All Star melawan Timnas U-23, Rabu 19 Juni 2013. Sebagai bintang di liga seri A Italia, Radja memang menunjukkan kelasnya. Gol Radja pun membawa tim senior, Jakarta All Star unggul dari timnas U-23, 1-0
Timnas Indonesia U-23 baru saja rampung melakoni laga ujicoba melawan Jakarta All Star. Pelatih 'Garuda Muda', Rahmad Darmawan (RD), mengaku sudah mendapatkan gambaran tim.
Kendati tidak dalam kondisi prima, Radja Nainggolan tetap bermain 90 menit saat Jakarta All Star berhadapan dengan Timnas Indonesia U-23. Si pemain sendiri yang menginginkan demikian.
Kesempatan emas didapat Radja Nainggolan. Gelandang Belgia yang bermain untuk Cagliari itu bisa menjejakkan kaki di tanah nenek moyangnya, Indonesia. Radja berbagi pengalaman merumput di Serie A dan menceritakan keluarganya. Berikut ini wawancara Marcy Raya dan Lucas Aditya dari Detik di Hotel JW Marriott kemarin.
Pelatih Jakarta All Stars, Danurwindo, akan memaksimalkan kemampuan Radja Nainggolan untuk membobol gawang tim nasional U-23 pada laga ekshibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, hari ini. Gelandang klub Serie A Italia, Cagliari, tersebut akan berperan sebagai second striker.
Namanya khas indonesia. Darah yang mengalir dalam dirinya adalah perpaduan Batak dan Belgia. Pemain berdarah Indonesia ini telah memantapkan namanya di ajang sepakbola dunia dengan merumput di Eropa