Facebook memblokir semua akun yang punya kaitan dengan militer Myanmar. Perusahaan raksasa media sosial itu mengutip peristiwa kekerasan sebagai alasannya.
Polisi Myanmar kembali melepaskan tembakan untuk membubarkan para demonstran antikudeta. Seorang pengunjuk rasatewas tertembak sementara yang lain luka-luka.
Aksi protes yang terjadi pada Minggu (28/2) membuat 3 orang pendemo Myanmar tewas setelah terkena peluru tajam. Setidaknya 20 lainnya juga masih terluka.
Situasi di kota Yangon, Myanmar, dilanda ketegangan setelah polisi antihuru-hara menempuh tindakan keras dalam membubarkan ratusan demonstran antikudeta.
Kantor HAM PBB di Myanmar melaporkan 18 orang meninggal dunia dalam aksi protes terhadap kudeta militer di Myanmar. Ribuan aksi pro-demokrasi ditangkap.