Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan keinginannya berdamai dengan Pakistan. Namun ia secara tegas menyatakan siap berperang bila mereka diserang.
Modi memberikan "kebebasan operasional" pada militer India untuk merespons serangan di Kashmir. Pakistan menuduh hal itu menjadi dalih untuk aksi militer.
Kantor Imigrasi Palembang deportasi WNA Pakistan karena melanggar izin tinggal. Penegakan hukum keimigrasian terus diperkuat untuk menjaga kedaulatan hukum.
Militer Pakistan mengatakan pasukannya telah menembak jatuh sebuah drone mata-mata India di sepanjang perbatasan yang menjadi sengketa di wilayah Kashmir.
Serangan rudal India pada 7 Mei merusak masjid dan sekolah di Pakistan. Kepala Sekolah Al-Hadi, Saima Masood, melaporkan anak-anak mengalami ketakutan.