Pidato Presiden SBY di depan sidang paripurna DPD kembali menyiratkan kritik. SBY yang sangat atraktif dinilai cukup memanfaatkan momen pidato ini dengan baik. Tapi, jangan dipolitisir.
DPD meminta pemerintah untuk menghentikan aksi pemekaran daerah. Aksi ini dinilai tidak mensejahterakan rakyat, tapi justru merugikan karena menyedot banyak anggaran.
Pemekaran daerah ternyata tidak melulu akan menguntungkan rakyat. Sebaliknya, pemekaran daerah justru bisa merugikan karena akan makin memangkas anggaran untuk rakyat.
Ganti pimpinan, ganti anak pula anak buahnya atas dasar balas jasa. Demikian fenomena politisasi jabatan yang sering kali terjadi di jajaran pemerintahan daerah pasca pilkada.
Kelahiran cucu Presiden SBY, Almira Tunggadewi Yudhoyono, rupanya mendapat perhatian khusus tokoh elit bangsa ini. Nama bayi cantik ini sempat disebut-sebut dalam Sidang Paripurna DPD.
Pilkada telah menjadi pesta demokrasi di daerah-daerah Indonesia. Tapi DPD mengeluhkan adanya politisasi birokrasi yang terjadi setiap musim pilkada tiba.
DPD menyoroti krisis energi yang terjadi di daerah. DPD meminta pemerintah untuk menyiapkan kebijakan energi yang jelas untuk meningkatkan ekonomi di daerah.
DPD memberikan apresiasi atas prestasi besar pemerintah mencapai swasembada beras di tahun 2008. Namun DPD mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada dari berbagai faktor pengganggu.