Mencicip makanan di Pasar Terapung ternyata butuh keahlian akrobat. Gelombang-gelombang air yang terjadi akibat laju kelotok-kelotok lain membuat kelotok kami bergoyang kekiri dan kekanan. Membuat kami mengeluarkan teriakan-teriakan kecil. Pengalaman makan penuh tawa yang baru kali ini saya rasakan.
Jika kangen dengan berbagai makanan tradisional seperti rawon, mie kangkung, rujak ulek, atau kue rangi maka restoran yang satu ini bisa jadi pilihan. Selain tempatnya yang tak begitu jauh dari perkantoran harga yang terjangkau membuatnya ramai dikunjungi.
Nasi bakar mungkin terlihat biasa, tapi kalau disajikan dengan sambal belut dan dibakar dalam bambu? Hmm.. tentu unik rasanya! Dinikmati dalam keadaan hangat sambil dimanjakan dengan suasana yang nyaman, hmm.. siapa mampu menolaknya?
hari kedua di balikpapan, kami mengunjungi beberapa tempat wisata menarik. Mulai dari Pasar Impres Kebun Sayur, kampung atas air, hingga menghindari buaya ganas di Huta Lindung Sungai Wain.
Barangkali ini memang kombinasi yang unik. Sebuah toko pernak-pernik (accessories) yang juga menjual makanan dan minuman. Gerai kecil-mungil yang mewadahi dua usaha sekaligus. Sepertiga untuk menjajakan pernak-pernik, sepertiga untuk tempat duduk para tamu, dan sepertiga sisanya untuk dapur terbuka.