KPK menyita delapan bidang tanah dan bangunan di Surabaya, Jawa Timur terkait kasus akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry tahun 2019-2022.
Penyidik KPK AKBP Rossa mengungkap ada pimpinan KPK era Firli Bahuri meminta pengembangan kasus Harun Masiku tak dilakukan sehingga gagalkan Hasto tersangka.