Pecah kongsinya Golkar dengan Partai Demokrat (PD) diyakini tidak mengganggu hubungan SBY dan JK dalam menunaikan tugasnya. Di level kabinet pun berjalan baik.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok menilai biasa saja keputusan DPP Partai Golkar yang memutuskan cerai dengan PD. Sikap santai PD ini karena sering melihat Golkar kawin cerai dengan PD.
Partai Demokrat dan Partai Golkar akhirnya bercerai setelah Golkar mengumumkan tidak ada kesepakatan dengan PD. Padahal komunikasi intensif sudah dijalan selama satu pekan sebelumnya.
SBY memang belum menentukan cawapres, tetapi dia sudah memberikan isyarat. Beberapa isyarat yang disampaikan SBY itu jelas mengarah pada beberapa figur yang berasal dari wilayah Indonesia bagian barat. Nama Hatta Rajasa dan Akbar Tandjung semakin menguat.
Partai Golkar dikabarkan menggagas poros baru. Pangkal musababnya koalisi dengan Partai Demokrat tidak mencapai titik temu. PD pun tidak mempersoalkan keinginan partai beringin itu.
Koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar terancam tidak terwujud. Salah satu alasan utamanya, mengenai jumlah cawapres yang diajukan ke SBY. Golkar ngotot mengajukan JK.
Meski terpilih sebagai presiden, SBY menempatkan diri sebagai korban kecurangan Pilpres 2004. Benarkah hanya korban? Ada ribuan surat suara bergambar SBY-JK sudah dicoblos, sebelum digunakan.