Donald Trump menghubungi petinggi Partai Republik sebelum serangan fasilitas nuklir Iran. Namun, petinggi Partai Demokrat tidak diberi tahu rencana itu.
Trump memilih loyalisnya dan pendukung kebijakan imigrasi garis keras untuk mengisi posisi di pemerintahannya. Nama-nama di antaranya adalah ajudan lamanya.