Informasi mengenai penyebab karamnya kapal nelayan Indonesia di perbatasan dengan Malaysia hingga saat ini masih simpang siur. Namun, Polda Kepri menyatakan kapal yang berisi 4 ABK itu tenggelam setelah ditabrak oleh kapal maritim Malaysia.
Pagi-pagi buta kami beranjak dari penginapan Pondok Remaja Rhino menuju Pulau Peucang. Cuaca pantai yang dingin menusuk tulang. Meski dua lapis baju kupakai, tapi suasana tepi pantai di Sumur tetap saja membuatku berpikir, “Kemanakah petualangan ini selanjutnya?”
Konjen RI di Johor Baru sudah mendapat indentitas empat nelayan Indonesia yang ditahan di Malaysia. Mereka adalah warga Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, yang perahunya karam di perairan sekitar Pulau Pisang.
Densus 88 Anti Teror memboyong Khairul Ghazali, salah seorang yang ditetapkan polisi sebagai tersangka teroris, ke Medan. Ghazali diminta mengenali orang-orang yang diringkus polisi di Serdang Bedagai, Sumut.
Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia langsung mengupayakan keluarga Al Ghazali, korban terduga teroris Medan untuk dapat menjenguk Al Ghazali di Mako Brimob Depok. Upaya tersebut karena akses membesuk sangat minim diperoleh.
Kartini, istri terduga teroris Al Ghazali menyambangi Komnas HAM. Ia melaporkan dugaan penganiayaan dan penyiksaan yang dilakukan Densus 88 saat melakukan penggerebekan di rumahnya, Tanjung Balai, Sumatera Utara.
Harimau Sumatera masih berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk di Desa Air Raja Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, Riau. Sejumlah ternak milik masyarakat menjadi santapan.
FPI menilai penangkapan yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri terhadap sejumlah orang di Sumut sarat pelanggaran. Sebab itu lembaga ini mendukung jika keluarga yang ditangkap tersebut menuntut keadilan.
Yuki Wantoro, salah satu jenazah tersangka teroris yang tewas di Tanjung Balai, Minggu 19 September lalu dijemput oleh keluarganya. Rencananya, jenazah akan langsung dibawa ke kediaman orang tua di Pasarkliwon, Solo, Jawa Tengah.