Orang seperti Barianda inilah yang membuat banyak pusat kebugaran bisa eksis dan menguntungkan. Mereka melihat peluang dari gaya hidup masyarakat perkotaan yang sadar terhadap kesehatan dan penampilan fisik. Pasar ini bahkan mengundang pemain asing di industri ini.
Di zaman modern ini, kebahagiaan dan kesuksesan diukur dari seberapa banyak uang dimiliki. Namun berbeda dengan Heidemarie Schwermer yang malah meninggalkan itu semua. Hasilnya, dia mengaku lebih bahagia hidup tanpa uang yang sudah dijalaninya selama hampir 17 tahun! Serius?
Dalam suasana seretnya pemberian dana PSO untuk KRL ekonomi dan mampetnya dana IMO dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan, PT KAI dan anak perusahaannya PT KCJ harus berpikir sangat keras serta berjibaku untuk membenahi semua sarana dan prasarana angkutan rel KRL Jabodetabek demi kepuasan pelanggan sendirian.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) incar penjualan properti Rp 5 triliun dari kawasan komersial yang dikelola anak usahanya, PT Bumi Parama Wisesa (BPW).
Lahan pabrik ini menjadi awal Li masuk bisnis properti. Dan saat Li masuk, ia beruntung karena di Cina sedang terjadi revolusi kebudayaan. Banyak warga Hong Kong yang khawatir wilayah kecil itu bakal terpengaruh, sehingga mereka meninggalkan negara tersebut. Akibatnya jelas, harga properti jatuh.