Pasar saham dalam negeri masih akan mengalami ketatnya likuiditas yang membuat nilai transaksi tidak maksimal. IHSG dilanda keringnya sentimen dari global.
Pelaku pasar akan menyoroti data inflasi Januari yang akan diumumkan BPS Senin ini. Pencapaian inflasi di awal tahun ini akan menjadi arah pergerakan inflasi ke depannya.
IHSG masih akan mengalami volatilitas tinggi di tengah ketatnya likuiditas. Bursa Asia dan Wall Street yang melemah bisa membuat IHSG ikut tertekan ke zona negatif.
IHSG berharap mendapat tiupan positif dari faktor eksternal menyusul minimnya sentimen segar dari dalam negeri. Transaksi saham diperkirakan masih minim.
Indeks tertekan aksi profit taking setelah kemarin menguat +1,59%. Hari ini indeks ditutup melemah 1,13% ke level 1.321,45 kembali dengan trading value tipis Rp 745,6 miliar.
IHSG mengawali pekan ini dengan positif. Namun kenaikan yang lumayan ini hanya mencatat transaksi yang super tipis dengan nilai kurang dari Rp 1 triliun.
Pasar saham dalam negeri akhirnya bisa berselancar ke zona positif setelah pekan lalu terus menerus tertekan. Namun kenaikan saham ini tidak dimbangi dengan nilai transaksi yang tinggi.
Pasar saham dalam negeri akan mencoba berselancar ke zona positif meski dalam gerak yang terbatas. Bursa regional yang mulai menguat menjadi pendorongnya.