Mungkin lasagna panggang dengan isi daging sudah sering Anda nikmati. Nah bagaimana kalau lasagna yang digulung? Tak perlu jauh-jauh ke Italia, di Bogor Anda sudah dapat menikmatinya!
Bingung memilih menu sarapan yang praktis untuk suami dan balita di hari Sabtu atau Minggu? atau Anda enggan menyiapkan sarapan keluarga di hari weekend dan malas bangun pagi sebelum matahari terbit? Ajak saja keluarga ke pasar Flohmak di BSD Tangerang, untuk menikmati semangkuk sup krim Zupa-Zupa.
Santapan kali ini semuanya serba istimewa. Berlokasi di dapur, ruang kerja sang chef. Disuguhi bahan-bahan segar berkualitas terbaik dengan sentuhan penyajian yang spesial. Tentu saja rasa lezatnya sulit dilupakan!
Jika Anda berencana mengadakan pesta BBQ di malam tahun baru nanti, bersiap-siaplah dari sekarang. Jangan sampai waktu Anda terbuang hanya untuk membuat bara api dan mengipasi api arang. Apa saja yang sebaiknya disajikan? Bagaimana cara sukses bikin api arang? Coba saja intip info berikut ini!
Sup kental ini sangat istimewa karena rasa gurihnya sangat kuat. Biji jagung manis yang renyah legit memberi nuansa rasa yang unik. Sajikan hangat dengan roti panggang atau roti bawang.
Ruang makan yang menempati sebuah rumah kolonial di daerah elit kota Bogor ini ditata apik. Makanan yang disajikan pun bergaya kolonial Belanda, dari biefstuk, huzarensla,
Cream corn bisa diganti dengan jagung manis segar yang diparut halus. Jika suka sup lebih kental, tambahkan 1-2 sdt tepung maizena yang dilarutkan dengan sedikit air. Masak dengan api kecil sambil aduk-aduk agar tidak hangus bagian bawahnya.
Kalau biasanya masakan Sunda didominasi rasa manis di resto ini kami menemukan cita rasa yang agak berbeda. Memakai resep-resep warisan keluarga, masakan Sunda tampil dengan rasa sedap. Dari tumis genjer, sangu tutug oncom, nasi liwet kendil hingga gepuk dan aneka pepes yang benar-benar lezat!
Sejak kasus pemakaian formalin dalam tahu, tahu yang berasal dari negeri Cina ini turun pamor. Orang lebih berhati-hati menyantap olahan kedelai yang gurih-gurih sedap ini. Sekali ini saya harus menyerah pada selera. Akibat kangen setengah mati menyantap tahu yang lembut, gurih, panas mengepul plus menggigit cabai rawit. Wah!