Brunei Darussalam terdiri dari empat distrik: Belait, Brunei/Muara, Temburong, dan Tutong. Wisatawan asing yang belum pernah melihat akan senang berkunjung ke hutan-hutan tropis di kawasan Brunei. Pantainya yang cukup indah pun merupakan surga bagi wisatawan asing karena dianggap masih belum tersentuh komersialisasi pariwisata. Satu hari pun sudah cukup untuk mengelilingi kawasan negara kerajaan ini.
Brunei Darussalam terdiri dari empat distrik: Belait, Brunei/Muara, Temburong, dan Tutong. Wisatawan asing yang belum pernah melihat akan senang berkunjung ke hutan-hutan tropis di kawasan Brunei. Pantainya yang cukup indah pun merupakan surga bagi wisatawan asing karena dianggap masih belum tersentuh komersialisasi pariwisata. Satu hari pun sudah cukup untuk mengelilingi kawasan negara kerajaan ini.
Memang kali ini giliran lidah dan perut saya yang merasakan kenikmatan dan pesona Papua yang penuh kelezatan, tiada bandingannya. Sambil menikmati semilir angin di atas eloknya panorama Danau Sentani.
Memang kali ini giliran lidah dan perut saya yang merasakan kenikmatan dan pesona Papua yang penuh kelezatan, tiada bandingannya. Sambil menikmati semilir angin di atas eloknya panorama Danau Sentani.
Bentuknya sangat sederhana, rajutan atau mungkin hanya sekedar anyaman dari serat pohon yang dibentuk menjadi kalung, bertahtakan kerang-kerang kecil dari sungai. Namun benda inilah yang mengikat cinta mereka, lambang cinta suku Korowai yang tulus, tanpa mengenal kata harta ataupun tahta. Kalung ini bagai mahar yang tak mahal, namun tetap memberi arti ikatan suci sebuah pernikahan dari suku terasing di nusantara ini.
Bentuknya sangat sederhana, rajutan atau mungkin hanya sekedar anyaman dari serat pohon yang dibentuk menjadi kalung, bertahtakan kerang-kerang kecil dari sungai. Namun benda inilah yang mengikat cinta mereka, lambang cinta suku Korowai yang tulus, tanpa mengenal kata harta ataupun tahta. Kalung ini bagai mahar yang tak mahal, namun tetap memberi arti ikatan suci sebuah pernikahan dari suku terasing di nusantara ini.
Brakk!! Suara jembatan apron KMP Temi menyentuh dermaga feri pelabuhan Namlea, ibukota Kabupaten Buru, Maluku. Pulau Buru terlihat indah, tak lagi menyeramkan.
Dapat berwisata ke Indonesia bagian timur tanpa biaya sepeser pun serta mengemban misi untuk mempromosikan negeri sendiri merupakan hal yang sangat istimewa bagi kami. Rasa syukur terus kami panjatkan karena telah diberi kesempatan untuk menjelajahi Maluku dengan segala keragaman budaya, keunikan adat istiadat dan juga keindahan alamnya.