Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman mengatakan jika pengiriman paket bom melalui buku, bukan modus baru. Sasaran pengirim bom adalah orang-orang yang gemar baca buku.
Munculnya tiga paket buku yang berisi bom di tiga lokasi berbeda di kawasan Jakarta, membuat Kepolisian Daerah Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai paket-paket yang mencurigakan.
Tim Jihandak dan Tim Puslabfor masih melakukan TKP. Olah TKP dilakukan untuk mencari salah satu komponen bom yakni batu baterei yang digunakan untuk memicu bom buku itu.
Dalam satu hari, dua paket bom berbentuk buku berhasil diamankan setelah sebelumnya satu bom serupa meledak. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman meminta jajarannya untuk tetap mewaspadai adanya paket bom susulan.
Pengirim bom berbentuk buku di tiga target berbeda menyertakan alamat asal paket tersebut dengan lengkap. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman menyebut alamat dan identitas pengirim hanya untuk menyesatkan.
Selain aktivis gerakan pluralisme Ulil Abshar Abdalla dan mantan Komandan Detasemen 88 Komjen Gories Mere, paket buku berisi bom juga dikirim ke kediaman Japto S Soerjosoemarno. Bom yang ditujukan kepada Japto ini diduga hanyalah pengalihan saja.
Pengirim paket bom buku ke rumah Japto S Soerjosoemarno berbeda dengan yang di KBR 68 H dan BNN. Pengirim bom buku untuk Japto mengaku bernama Busyro Jahul.
Tiga teror bom buku yang terjadi dalam waktu yang bersamaan membuat Mabes Polri langsung bertindak cepat. Untuk mempercepat pengungkapan, kasus ini diserahkan kepada "ahli"-nya yaitu Densus 88.