Beredar kabar Atut membayar Rano Karno Rp 6 miliar agar bersedia mendampingi di pemilu 2011. Kubu PDIP menolak keras Rano dibeli Atut untuk memenangkan pilkada tersebut.
Pasca ditahannya Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah oleh KPK, nama Rano Karno kembali muncul sebagai wakil yang akan menggantikan posisi Atut sebagai Gubernur. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan dari DPP PDIP terkait hal tersebut.
Meski sudah mendekam di Rutan Pondok Bambu, Ratu Atut belum juga dinonaktifkan sebagai Gunernur Banten. Partai Golkar, partai yang menaungi Atut kini sudah mulai mendorong Wagub Banten Rano Karno untuk segera bersiap-siap memimpin Banten.
Meski telah ditahan di Rutan Pondok Bambu oleh KPK, Ratu Atut Chosiyah masih menjabat sebagai Gubernur Banten. Namun, Atut protes karena KPK membatasi aksesnya melaksanakan tugas Gubernur di penjara.
Kuasa hukum Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mendatangi rutan Pondok Bambu. Firman Wijaya membawa sebuah map berisi berbagai dokumen. Terlihat pula surat berkop bertuliskan 'Pemerintahan Banten'.
Pimpinan DPD Partai Hanura dengan anggota Fraksi Hanura DPRD Banten menggelar rapat terkait persoalan hukum yang membelit Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Mereka menghormati proses hukum, tapi meminta Atut mengundurkan diri.
Hak angket penggulingan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bergulir di DPRD Banten. Partai Gerindra yang juga salah satu pengusung Ratu Atut-Rano Karno pun mendesak Ratu Atut agar segera mundur.