Kabupaten Banyuwangi dijadikan pusat rujukan unggulan pembangunan sumber daya manusia bidang kelautan dan perikanan internasional oleh pemerintah. Banyuwangi pun akan diperkuat mulai dari sisi perikanan hingga wisata baharinya.
Banyuwangi kini menjadi salah satu kota yang terus berkembang mulai dari sektor pariwisata, ekonomi, hingga industri kreatif. Seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan, pemerintah daerah kota Banyuwangi berusaha lebih gencar untuk mempromosikan salah satu warisan budaya yang dimilikinya, yaitu kain batik dengan mengadakan Banyuwangi Batik Festival.
Mengusung tema 'Novum Etno: Colorful Banyuwangi', Priscilla Saputro sengaja mengangkat ciri khas batik Banyuwangi yang memiliki puluhan corak dengan warna-warna cerah.
Banyuwangi memiliki keindahan alam yang luar biasa ditambah wisata kuliner dan budaya. Pemerintah Banyuwangi akan mengembangkan keindahan alam yang ada untuk pariwisata berbasis keluarga yang aman dari pengaruh negatif.
Batik sudah menjadi salah satu bagian dari budaya Indonesia yang dipelihara dan diwariskan secara turun-menurun. Setiap daerah di Tanah Air memiliki berbagai macam jenis dan corak batik yang beraneka ragam, salah satunya adalah kota Banyuwangi.
Saat ini, nama Bali lebih dikenal di dunia internasional daripada Banyuwangi. Banyuwangi dan beberapa daerah lainnya pun akan dipromosikan bersamaan dengan nama besar Bali dalam konsep Great Bali yang digagas Kemenpar.
Pantai Pulau Merah Banyuwangi kembali terlihat kotor. Sampah berupa ranting, batok kelapa dan bambu terlihat mengotori sepanjang pantai yang diandalkan Pemkab Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan.
Pantai Pulau Merah merupakan salah satu destinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini mulai populer sejak dilakukannya pembenahan infrastruktur oleh pemerintah setempat. Penghasilannya pun meningkat 400%.
Tahun 2015 akan menjadi tahun yang seru untuk wisatawan liburan ke Banyuwangi. 38 Event dan festival akan meramaikan Banyuwangi sepanjang tahun yang bertajuk Banyuwangi Festival 2015.