Amerika Serikat meminta Rusia untuk menekan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad agar menghormati upaya-upaya untuk membiarkan warga keluar dari Ghouta Timur.
Sekitar 40 truk telah siap untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Ghouta Timur, Suriah namun, tak bisa berangkat karena serangan rezim Suriah terus terjadi.
Bayi Karim yang kehilangan sebelah matanya akibat serangan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, beberapa hari terakhir harus tinggal di ruang bawah tanah.
Seorang jenderal militer AS menuding Rusia memainkan peranan mendestabilisasi situasi Suriah. Rusia disebut berperan ganda sebagai 'pemicu api dan pemadam'.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan jeda kemanusiaan 5 jam per hari sepanjang serangan militer Suriah di Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak.
Pemerintah Amerika Serikat mendesak Rusia untuk menggunakan pengaruhnya guna memastikan dihentikannya serangan-serangan mematikan di Ghouta Timur, Suriah.
Meski DK PBB memerintahkan gencatan senjata 30 hari di Suriah, serangan terus terjadi di wilayah Ghouta Timur. Rusia lalu memberlakukan jeda kemanusiaan sehari.
Pemerintah Rusia menyatakan situasi di Ghouta Timur, Suriah sangat mengkhawatirkan. Disebutkan Rusia, para teroris menggunakan warga sipil sebagai sandera.