Pesatnya perkembangan teknologi turut dirasakan manfaatnya oleh penegak hukum. Sebagai contoh, dengan teknologi, melacak buronan bisa lebih mudah. Bahkan dengan cara yang tak diduga, yakni via layanan streaming musik.
Beberapa waktu lalu Facebook dikabarkan sedang gencar mendekati sejumlah perusahaan label musik. Raksasa jejaring sosial ini tertarik membuat layanan musik sendiri.
Umur Apple Music belum genap sebulan di pasaran, namun sudah mempunyai dampak cukup besar bagi para pesaingnya. Penyedia layanan streaming musik lain seperti Spotify dan Pandora dikabarkan banyak ditinggal penggunanya setelah Apple Music diluncurkan.
Mark Zuckerberg tak bisa dipungkiri adalah pendiri Facebook paling terkenal. Tapi ada beberapa nama lain yang ikut menciptakan jejaring sosial terpopuler itu. Bagaimana nasib mereka sekarang?
Taylor Swift sepertinya benar-benar tak mau lagu-lagunya diperdengarkan secara cuma-cuma alias gratis. Setelah menarik diri dari situs streaming sekelas Spotify, kini Swift kembali melawan.
Setelah diprotes oleh Taylor Swift, Apple akhirnya menyatakan bahwa mereka akan tetap memberi kompensasi kepada para pemusik yang lagunya tersedia di Apple Music. Termasuk dalam masa trial selama tiga bulan, di mana para pengguna tak perlu membayar sepeser pun.
Layanan streaming musik milik Apple mendapat penolakan dari Taylor Swift. Ia tak ingin album teranyarnya -- 1989 -- untuk dimasukkan ke dalam Apple Music. Kenapa?
Ada lebih dari 400 ribu lagu pernikahan yang disukai pengguna dari berbagai belahan dunia. Dari analisa Spotify, lagu All of Me menduduki posisi pertama 20 lagu paling populer untuk pernikahan.
Layanan streaming musik online nampaknya tengah naik daun. Setelah WWDC 2015 lalu Apple merilis layanan musiknya. Kini giliran aplikasi pesan instan Line yang merilis layanan serupa di Jepang.