Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) mengajak investor pasar modal mulai melirik saham-saham yang secara kinerja fundamental ramah terhadap lingkungan hidup.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan ini bakal mendapat rintangan. Saham-saham yang sudah tinggi harganya akan menjadi sasaran aksi ambil untung.
Rupiah akhirnya mendarat di bawah 10.000 per dolar AS dan mencatat penguatan terbaik sejak Oktober 2008. Rupiah dengan sukses menerabas level 9.000-an per dolar AS karena banyaknya sentimen positif.
Pergerakan saham-saham tambang akan menjadi andalan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan ini seiring dengan naiknya lagi harga minyak dunia di level US$ 68 per barel.
Setelah tembus posisi 2.000, Indeks Harga Saham Gabungan harus kerja keras mengerangkeng level tersebut. Karena aksi ambil untung yang terus mengintai akan membuat IHSG berbalik arah.
BI pada Rabu ini akan menggelar RDG untuk menentukan besaran suku bunga acuan atau BI Rate. Kabar dari markas bank sentral ini akan dinantikan investor saham di lantai bursa.
Harga minyak dunia cenderung naik yang kini di level US$ 68 per barel akan membuat saham-saham tambang berpesta. Lincahnya saham tambang akan mempengaruhi pergerakan IHSG.
Ada dua berita yang akan menjadi perhatian pelaku pasar di awal Juni ini. Apalagi kalau bukan pengumuman inflasi Juni dan kabar jadi tidaknya pailit terhadap General Motors (GM).
Pergerakan IHSG di akhir pekan ini masih akan baik-baik saja alias bertahan di zona positif. Kenaikan harga minyak di US$ 65 per barel akan kembali menyemangati saham tambang.