Kebocoran "kecil" dialami PLTN Fukushima akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada Jumat (11/3) lalu. Jika hujan turun, maka partikel ini diyakini tidak akan ke mana-mana.
Reaktor nuklir Jepang mati karena gempa dan tsunami berkekuatan 9,0 pada Jumat (13/3/2011) lalu. Jepang yang biasa gemerlap pun mengalami krisis listrik. Alhasil, Jepang berencana melakukan pemadaman listrik bergilir.
Reaktor nuklir Fukushima mengalami kebocoran "kecil" akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada Jumat (11/3) lalu. Radius daerah yang terkena kontaminasi mencapai 20 km. Sementara, Indonesia aman dari ancaman radiasi itu.
Jumlah orang yang dinyatakan positif terkena radiasi nuklir di PLTN Fukushima bertambah menjadi 19 orang. Jumlah ini meningkat dari 3 kasus yang ditemukan pada Sabtu kemarin.
Setelah gempa dan tsunami, radiasi nuklir menjadi musibah terbaru yang harus dihadapi Jepang. Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano menyatakan, 9 orang dinyatakan positif terkena radiasi tingkat tinggi pada kulit dan bajunya.
Pemerintah Jepang mengatakan kebocoran zat radiaktif nuklir bisa terjadi pada 2 reaktor nuklir di PLTN Fukushima, Jepang, yakni reaktor nomor 1 dan nomor 3.
Operator pusat pembangkit nuklir Fukusuhima Nomor 1 hari Minggu (13/3/2011) menyatakan, bagian atas batang bahan bakar nuklir telah berada 3 meter di atas permukaan air, sebuah indikasi kemungkinan adanya krisis.
Pasca meledaknya reaktor nuklir di Fukushima, bahaya radiasi mengancam warga Jepang. Meskipun warga dengan radius 10 km telah dievakuasi, namun semua warga diimbau untuk tetap di dalam rumah dan menghindari keluar tanpa menutupi kulit.