Komunitas penjelajah wisata Riau atau Exploring Riau Community (XRC) ikut memperkenalkan destinasi wisata di Bumi Lancang Kuning. Salah satunya di surga tersembunyi di Kuala Terusan, Pelalawan, Provinsi Riau.
Sudah lama masyarakat menggunakan cara tradisional membuka lahan dengan membakar. Selain lebih murah, abu pembakaran juga diyakini membuat tanah lebih subur.
Kelurahan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau, adalah satu daerah yang jadi titik api saat itu. Lurah Edi bercerita kondisi wilayahnya sangat memprihatinkan.
Ada juga sejumlah pengusaha lokal yang sukses di kota ini. Mereka penduduk asli Pangkalan Kerinci memiliki berbagai macam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Para ibu rumah tangga ini dapat upah dari tiap lembar yang dikerjakan Rp 100-200 ribu. Untuk batik tulis dibanderol Rp 350-500 ribu, semi tulis Rp 200-300 ribu.