Sejumlah negara telah menerapkan pembatasan layanan VoIP seperti WhatsApp call, Telegram, dan sejenisnya. Aturan tersebut diterapkan dengan berbagai tujuan.
ATSI merespon wacana pembatasan layanan VoIP seperti WhatsApp dan Zoom. Operator seluler setuju OTT harus memperhatikan kualitas layanan untuk pengguna.
Pemerintah merencanakan pembatasan panggilan VoIP seperti WhatsApp dan Zoom. Alasan utama adalah ketidakseimbangan kontribusi infrastruktur telekomunikasi.
Kementerian Komdigi rencanakan regulasi pembatasan layanan VoIP seperti WhatsApp dan Skype. Tujuannya untuk memastikan kontribusi dari penyedia layanan OTT.
Telkomsel mendukung rencana pemerintah beri sanksi kepada operator yang melanggar aturan satu NIK digunakan maksimal tiga nomor HP di satu operator seluler.