Pasca keputusan Presiden Jokowi memutuskan proyek kereta cepat (350 km/jam) Jakarta-Bandung tak dilanjutkan, maka tugas tim teknis penilai proyek ini sudah berakhir.
Serapan anggaran di berbagai kementerian sektor ekonomi rata-rata masih sangat rendah. Hingga akhir Agustus 2015, serapan paling tinggi mencapai 59%, dan yang terendah 18%.
Setelah Presiden Jokowi membatalkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Ridwan Kamil menilai anggaran Rp 70 T sebaiknya untuk monorel saja. Ini alasannya.