Malam ini, sekitar 262 warga negara Indonesia (WNI) akan diterbangkan dari Libya ke Tunisia. Selanjutnya, mereka akan ditampung di KBRI Tunisia untuk selanjutnya diterbangkan ke Tanah Air.
Setelah Swiss, pemerintah Inggris juga memerintahkan pembekuan aset-aset pemimpin Libya Muammar Khadafi. Total aset sekitar 20 miliar pounds (Rp 285 triliun) akan disita Inggris.
Pemimpin Libya, Muammar Khadafi, tidak hanya memutar uang di dalam negeri. Khadafi juga rajin menanamkan uang Libya di mancanegara lewat BUMN Libya, Lafico dan Laaico.
Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan hingga saat ini masih menunggu informasi kabar baik dari Libya. Dia berharap 3 anak buahnya yang dievakuasi di Libya bisa selamat.
Pemerintah Swiss memerintahkan bank-bank negeri itu untuk memblokir semua aset milik rezim Muammar Khadafi. Pembekuan ini diberlakukan segera dan akan berlangsung tiga tahun.
Muammar Khadafi mencoba menarik hati rakyatnya dengan bagi-bagi uang. Setiap keluarga di negeri makmur itu akan mendapatkan uang kontan sekitar 400 dolar (Rp 3,5 juta) sebagai subsidi atas harga pangan yang meroket.