Antrean menuju Pelabuhan Merak mulai dari KM 96, untuk kendaraan sejenis sedan/minibus agar keluar di pintu keluar Tol Cilegon Barat. (TMC Polda Metro Jaya)
MTI meminta pemerintah segera mempercepat pembangunan perkeretaapian di Indonesia. Percepatan perlu dilakukan guna penyediaan sarana transportasi yang handal sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah akan membangun satu lagi dermaga di pelabuhan Merak dan Bakauheni. Pasalnya, antrean kendaraan terjadi akibat kurangnya dermaga di pelabuhan itu.
Jembatan Selat Sunda (JSS) merupakan solusi atasi macet yang terjadi di Pelabuhan Merak. Jembatan sepanjang 30 km ini bekal memperlancar arus distribusi barang antar Jawa-Sumatera.
Kepadatan Pelabuhan Merak di Propinsi Banten, membuktikan sekali lagi bahwa Negara ini dikelola ala warteg. Hari ini tempe goreng tepung dan telur dadar habis, pemilik warteg langsung menggorengnya.
Pertemuan internal Presiden SBY di Cikeas menambah kencang wacana pergantian menteri kabinet. Presiden SBY sebagai pemilik hak prerogatif semestinya tidak perlu menunggu-nunggu lagi. Reshuffle, lakukan saja!
Pemerintah mendatangkan 2 kapal tambahan untuk menambah kapasitas dan pelayan di Merak. Saat ini total kapal yang beroperasi di rute Merak-Bakauheni sebanyak 22 kapal.
Kemacetan truk-truk di Pelabuhan Merak ternyata bukan hanya karena kurangnya armada kapal feri. Namun juga karena kapal-kapal feri yang ada sudah tua dan tak tahan ombak.