Bila sedang melintas di kawasan Tebet, sekalipun sedang kenyang pun saya sering iseng belok ke RM Yogya ini. Percaya, tidak? Rumah makan sederhana ini sudah ada sejak saya berkantor di kawasan Pancoran (Tebet) pada awal tahun 1970-an. Saya ingat berjumpa di tempat itu dengan Lenny Marlina yang ayu kinyis-kinyis di masa itu.
Narkoba menjeratnya sejak SMP. Ia harus berjuang keluar dari jeratan itu dan berjuang mencari nafkah. Nasib baik menaunginya dan bisnis susunya kini beromzet miliaran. Luar biasa!
Sajian ini merupakan sebuah fusion dahsyat antara biefstuk, salad, dan sup. Rasanya yang lezat membuatnya populer dan sering diburu. Kalau ke Solo, berikut penjual Selat Solo yang tak boleh dilewatkan.
Kreatifitas orang Solo tak cuma bisa membuat mobil Esemka, yang kini sedang naik daun. Cobalah kulinernya seperti Gudeg Cakar Ibu Yati, pasti Anda jatuh cinta.
Kreatifitas orang Solo tak cuma bisa membuat mobil Esemka, yang kini sedang naik daun. Cobalah kulinernya seperti Gudeg Cakar Ibu Yati, pasti Anda jatuh cinta.
Bandara Adisutjipto masih ditutup karena insiden pesawat Sriwijaya yang tergelincir. Para penumpang pun diberi dua alternatif, diinapkan di hotel atau dipindahkan lewat Bandara Solo.
Rindu masakan Jawa Tengah dengan tone manisnya yang khas? Dapur Solo adalah jawabnya. Bukan hanya makanan berat, bahkan di sini Anda dapat menemukan srabi khas Solo.
Penggemar gudeg boleh berbahagia. Pasalnya makanan khas Jogjakarta ini, kini tampil dalam kemasan kaleng yang lebih praktis dan kehalalan yang terjamin. Tertarik mencoba?