Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat.
Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah pada Rabu (18/2) akibat minimnya likuiditas. Analis menyebut sentimen global dan defisit anggaran turut mempengaruhi.
Tahun ini ringgit telah melonjak lebih dari 9% terhadap dolar AS. Kenaikan itu membawa ringgit menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia selama 2025.