Dua pesawat angkut operasi khusus militer Amerika ditinggalkan dan dihancurkan di wilayah Iran, saat operasi penyelamatan kru F-15E yang dijatuhkan rudal Iran.
Serangan drone Iran menargetkan pangkalan udara di Kuwait, salah satu negara Teluk yang menampung aset militer AS. Sedikitnya 15 tentara AS mengalami luka-luka.
Trump melontarkan ancaman vulgar agar Teheran membuka Selat Hormuz. Rezim Iran membalas dan kembali menyerang infrastruktur sipil di negara-negara Teluk.
Presiden Trump mengumumkan keberhasilan penyelamatan pilot AS yang hilang setelah serangan Iran. Operasi melibatkan pesawat tempur hingga Navy Seal AS.
Presiden Trump klaim berhasil evakuasi pilot jet tempur AS yang jatuh, namun Iran bantah dan sebut operasi penyelamatan AS gagal. Ketegangan meningkat.