Jumlah siswa di Raja Ampat yang diduga keracunan makanan bergizi gratis meningkat menjadi 80. Semua korban mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Tiga saksi dari Forkopimda Sorong menyebut petinggi NFRPB Abraham Goram Gaman tidak pernah menyinggung ajakan atau keinginan makar ketika mengantarkan surat.