Ada kabar tak sedap soal penangkapan Cindra Wijaya (45) alias Acin di Pekanbaru. Kabarnya bandar judi kelas kakap ini menjalani pemeriksaan di hotel berbintang selama sepekan.
Mati satu tumbuh seribu. Begitulah perjudian di Riau. Di awal Jenderal Sutanto menjabat sebagai Kapolri, perjudian di Bumi Lancang Kuning itu sempat 'tiarap'. Namun belakangan, perjudian kembali marak.
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) harus segera mengumumkan 6 nama jenderal yang melindungi perjudian di Riau. Reputasi Polri jadi taruhannya.
Mabes Polri menyebut peredaran judi di Riau sudah berlangsung sejak tahun 2001 silam. Dan hingga tahun 2008, perjudian tetap marak. Dan kini sedikitnya enam jenderal diduga terlibat di sana.
Polisi yang melindungi judi jelas telah melakukan penyalahgunaan wewenang. Pengawasan secara ketat perlu dilakukan untuk memantau perilaku personel polisi, terutama di daerah.
Ito Sumardi membantah dirinya menjadi beking judi di Riau. Walau pernah menjabat sebagai kepala polisi di provinsi itu, dia mengaku tidak pernah menerima sepeser pun setoran dari para bandar judi.
Judi di Riau diduga kuat melibatkan petugas kepolisian. Pihak Polri pun segera bergerak melakukan pemeriksaan. Tidak tanggung-tanggung, ada 6 jenderal yang diperiksa terkait persoalan tersebut.