Pemerintah akhirnya menyesuaikan kembali asumsi harga minyaknya dalam APBN-P 2005 tahap kedua menjadi US$ 50,6/barel, sehingga subsidi bertambah Rp 25 triliun.
Karpet merah digelar, ratusan kursi undangan disusun rapi, rangkaian bunga-bunga ada di mana-mana, dan kaca jendela di DPR pun dipoles hingga kinclong, untuk menyambut kedatangan Presiden SBY.
Di masa reses, banyak anggota DPR melancong ke luar negeri dengan balutan 'studi banding'. Mereka pun dikecam. Karena kecaman ini, sampai-sampai anggota DPR takut untuk berumrah.
Yang namanya kecolongan, tentulah tidak enak. Munculnya draf dukungan kebebasan Papua dalam Kongres AS saja sudah cukup menampar Indonesia. Apalagi kalau sampai draf itu gol.