detikNews Kelompok Abu Sayyaf Beri Batas Waktu Tebusan 10 WNI Dibayarkan 8 April Kelompok Abu Sayyaf memberikan ultimatum pembayaran tebusan bagi 10 WNI yang disandera. Rabu, 30 Mar 2016 10:35 WIB
Wolipop Kata Retno Marsudi Tentang Tantangan Menjadi Menlu Wanita Menlu Retno Marsudi menemui sejumlah tantangan, misalnya tuntutan bekerja tanpa kenal waktu sehingga tak lepas dari gadget. Selasa, 29 Mar 2016 15:15 WIB
detikNews Identitas 10 WNI yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf Menlu Retno Marsudi mengatakan pihaknya akan berusaha membebaskan para WNI yang menjadi sandera. Keselamatan para sandera itu akan diprioritaskan. Selasa, 29 Mar 2016 14:10 WIB
Wolipop Begini Cara Menlu Retno Marsudi Seimbangkan Kehidupan Karier dan Keluarga Retno sempat menghadapi sejumlah tantangan dalam menyeimbangkan keluarga dan kariernya di Kementrian Luar Negeri sejak menjadi diplomat. Selasa, 29 Mar 2016 13:21 WIB
detikNews Menlu: Keselamatan 10 WNI yang Disandera Jadi Prioritas Kami Menlu Retno Marsudi menggelar konferensi pers terkait penyanderaan 10 WNI oleh kelompok Abu Sayyaf. Retno mengatakan keselamatan para sandera adalah prioritas. Selasa, 29 Mar 2016 12:43 WIB
detikNews Kemlu: Kelompok Abu Sayyaf yang Sandera 10 WNI Minta Tebusan Uang Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah berupaya melakukan penyelamatan atas 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Selasa, 29 Mar 2016 10:59 WIB
detikNews Menlu Retno Kontak Menlu Filipina Soal Penyanderaan 10 WNI oleh Grup Abu Sayyaf Menlu Retno Marsudi sudah mengontak Menlu Filipina menyusul peristiwa penyanderaan 10 WNI oleh Abu Sayyaf Grup. Selasa, 29 Mar 2016 10:24 WIB
detikNews KBRI Islamabad Buka Hotline Beri Informasi Terkait Bom di Lahore Hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya WNI yang menjadi korban ledakan bom di Lahore, Pakistan. Senin, 28 Mar 2016 12:06 WIB
detikNews Menlu: Sejauh Ini Belum Ada WNI Jadi Korban Bom di Lahore Pakistan Menlu RI Retno LP Marsudi menyatakan, sejauh ini belum ada WNI yang tercatat menjadi korban. Senin, 28 Mar 2016 11:47 WIB
detikNews Pelajaran Berharga dari Brussels, Paris, Ankara dan Jakarta untuk Dunia Seperti nenek moyang kita 100 tahun yang lalu di Flanders pada Perang Dunia I. Australia dan Belgia berada di medan perang yang sama. Kamis, 24 Mar 2016 17:59 WIB