Sebuah ledakan mematikan mengguncang sebuah gedung di Tel Aviv, Israel, pada Jumat (19/7) pagi. Sedikitnya satu orang tewas dan dua orang lainnya luka-luka.
Kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman, mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone yang memicu ledakan di Tel Aviv, ibu kota Israel, pada Jumat (19/7).
Kelompok Houthi bersumpah akan terus menargetkan Israel dalam serangannya, setelah sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone di Tel Aviv.
Pemerintah Rusia tidak mengesampingkan pengerahan rudal nuklir untuk merespons rencana AS menempatkan senjata konvensional jarak jauh di wilayah Jerman.
Militer Israel mengakui adanya "kesalahan manusia" (human error) yang membuat serangan drone, yang menewaskan satu orang di Tel Aviv, tidak ditembak jatuh.
AS menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina setelah parlemen Israel menolak pembentukan negara Palestina.