Aksi demo saat ini lebih mengarah kepada pemberian citra yang negatif. Aksi demo belum mengarah untuk menjatuhkan SBY-JK, bila militer tidak ikut campur.
Mahasiswa Fisip UI, Budi Darma diduga tertembak peluru karet. Peristiwa ini terjadi dalam unjuk rasa menolak kenaikan BBM di depan Gedung DPR. Tapi pihak Kepolisian membantahnya.
Ketua DPR Agung Laksono menyesalkan tindakan oknum petugas kepolisian yang menggunakan kekerasan dalam menghadapi pendemo. Apalagi sampai menggunakan peluru karet.
Seorang mahasiswa Fisip UI angkatan 2007, Budi Mulia diduga tertembak peluru karet. Karena itu mereka pun berencana melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya.
Pemerintah menjamin demontrasi menentang rencana kenaikan BBM di alam demokrasi. Namun, demonstrasi tersebut harus dilakukan secara damai dan sesuai aturan.
Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di berbagai kota, dinilai wajar di dalam negara demokratis. Bahkan jika BBM naik sampai ratusan ribu rupiah, mantan Ketua MPR Amien Rais akan turun ke jalan.
Bentrokan fisik antara massa pengunjuk rasa dan aparat kepolisian seharusnya tidak perlu sampai terjadi. Asal dua pihak mengikuti aturan main yang berlaku.