Baleg DPR hari ini mengagendakan rapat pengambilan keputusan terkait usulan revisi UU Pilpres. Rapat itu ditunda besok karena anggota Baleg PDIP masih menghadiri upacara pelantikan ketua baru MPR.
Badan Legislasi (Baleg) DPR hari ini mengagendakan pengambilan keputusan terkait usulan Revisi UU Pilpres. Melihat hasil rapat pleno terakhir, maka usulan revisi UU Pilpres dipastikan terancam batal.
PKS mendukung revisi UU Pilpres. Namun mereka ingin revisi selain presidential threshold yang merupakan ambang batas perolehan suara minimal bagi parpol dapat mengajukan jagoan dalam Pilpres 2014.
"PAN beranggapan bahwa ini waktunya sudah terlalu mepet, isunya kan cuma bergerak di level presidential treshold (PT). Kalau PT diubah bisa ada judicial review, lama lagi," kata ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy.
Badan Legislasi DPR akan memutuskan nasib RUU Pilpres siang nanti. Ada 6 fraksi di DPR yang disebut menolak revisi presidential threshold (PT) yang diatur dalam UU Pilpres.
Berdasar salinan draf revisi UU Penyiaran yang diperoleh Lentera Anak Indonesia, larangan iklan rokok raib dari draf revisi yang tengah dibahas DPR. Hal ini menuai kecaman beberapa pihak. Menkominfo diminta bertindak.
Sejumlah pihak amat berharap akan keberadaan payung hukum yang melarang iklan rokok. Harapan ini sempat membuncah tatkala muncul larangan iklan rokok dalam draf revisi UU Penyiaran.
"Kita ke sini melaporkan hal-hal yang ada hubungan dengan suap, ya ada anggota Baleg,"kata Arifin Panigoro di KPK selaku penasihat Komnas Pengendalian Tembakau.