Belum selesai masalah tahu-tempe yang menghilang di Pasar, kini muncul fenomena produk sayuran seperti jengkol yang mulai langka, harganya pun melejit 50%.
Fakta bahwa jengkol adalah makanan yang menghasilkan aroma yang luar biasa sudah tidak aneh lagi. Tapi fakta bahwa jengkol adalah bahan mentah yang bisa diolah menjadi kue, mungkin terdengar aneh.
BPS terus mencermati lonjakan harga jengkol, meskipun bobotnya relatif kecil dalam perhitungan inflasi. Jengkol masuk dalam 'radar' pantauan BPS bersama dengan ratusan komoditas lainnya.
Cuaca yang tidak menentu membuat produksi sayur mayur jenis jengkol melorot tajam. Dengan pasokan yang berkurang karena cuaca buruk itu, maka tak heran harga jengkol pun melonjak tajam hingga 2 kali lipat.
Harga sayur mayur khususnya jengkol di tingkat konsumen sudah mencapai Rp 27.000 per Kg. Kondisi suplai yang terbatas membuat jengkol sulit ditemukan di pasaran.
Di tengah musim hujan yang terus tinggi, harga sayur mayur terus naik. Salah satu yang mengalami lonjakan harga tinggi adalah harga jengkol yang naik hingga 2 kali lipat!
Kali ini saya ajak Anda makan siang sambil blusukan ke dalam pasar tradisional. Berkat jasa Walikota Joko Widodo, Solo kini semakin asri dengan pasar tradisional yang dipertahankan sebagai pusaka. Salah satunya adalah Pasar Gede Harjonagoro - karya arsitek kenamaan asal Belanda: Thomas Karsten.
Jamur dari Asia Timur ini bukan hanya terkenal akan kelezatan rasanya tetapi juga karena khasiat yang dikandungnya. Mulai dari penghangat tubuh, penurun kadar kolestrol, sampai penghambat tumor. Yuk, kenali manfaat jamur ini lebih jauh?