Jumat hampir dipenghujung senja. Penat sepertinya terus menyelimuti saya beberapa pekan ini memaksa saya harus pergi keluar dan mencari suasana baru, nyawa baru.
Jumat hampir dipenghujung senja. Penat sepertinya terus menyelimuti saya beberapa pekan ini memaksa saya harus pergi keluar dan mencari suasana baru, nyawa baru.
Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sangat dirasakan efeknya oleh para nelayan tradisional. Demi menyambung hidup, mereka pun terpaksa rela bekerja serabutan meskipun pendapatannya tidak sebanding dengan pergi melaut.
Reklamasi pantai utara Jakarta harus segera dihentikan menyusul terbitnya keputusan Mahkamah Agung (MA) baru-baru ini. Bila tetap diteruskan, reklamasi itu akan memarjinalkan 1,75 juta masyarakat miskin Jakarta. Sebaliknya, akan menciptakan 1,5 juta penduduk elit.
Reklamasi menggantikan pantai dan hutan bakau dengan pabrik dan perumahan mewah. Namun di sisi lain, reklamasi tidak hanya mengurug pesisir, melainkan juga menggusur para manusia yang menggantungkan hidupnya dengan ikan dan hutan bakau.
KLH bersikukuh menolak rencana reklamasi pantai utara Jakarta tidak sah. Reklamasi pantai berhutan bakau itu lalu menjadikannya sebagai kawasan niaga berpotensi merugikan lingkungan.
Perkampungan Nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara terbakar Kamis (4/2/2010) malam. Penyebab kebakaran ditenggarai ulah seorang warga yang menyiram cairan mudah terbakar ke rumah warga lainnya.
Kondisi kampung nelayan Muara Angke makin terlihat kotor dan bau. Di setiap sudut jalan, pasar serta pelelangan ikan, hampir dijumpai sampah. Akibatnya, wisata kuliner ikan bakar makin kehilangan peminat.