Hidangan sederhana ini masih tetap terancam punah. Semakin sedikit penjualnya dan semakin sedikit pula pembelinya. Yang unik salah satu lauknya adalah gembus bacem. Hmm... mau?
Sekalipun namanya Waroeng Indo, tetapi rumah makan ini sebetulnya punya menu berbagai masakan gaya Semarangan yang andal. Lunpia (orang Semarang selalu menyebutnya demikian, bukan lumpia!), tahu pong, gimbal udang, nasi goreng babat, dan babat gongso - hanyalah sebagian dari sajian yang ditawarkan dalam daftar menu Waroeng Indo.
Jelang akhir tahun 2010, klub otomotif di Indonesia pasti sudah mempunyai rencana yang menarik bagi para anggotanya, begitu juga dengan NLC (Nissan Livina Club).
Penyuka lontong capgomeh, kafe yang pertama kali muncul diawal 1990-an ini bisa jadi pilihan. Lontongnya lembut dan mulus. Opornya bersantan mlekoh dan lodehnya medok dengan isi komplet. Cocok buat disantap hari ini.
Sudah terlalu sering saya ditanya tentang gudeg favorit. Sebetulnya, jawaban terhadap pertanyaan itu sangat bergantung pada kota yang menjadi acuan. Di Semarang, jagoan saya adalah Gudeg Abimanyu. Di Solo, Adem Ayem (yang juga punya cabang di Jogja).
Kali ini saya ajak Anda makan siang sambil blusukan ke dalam pasar tradisional. Berkat jasa Walikota Joko Widodo, Solo kini semakin asri dengan pasar tradisional yang dipertahankan sebagai pusaka. Salah satunya adalah Pasar Gede Harjonagoro - karya arsitek kenamaan asal Belanda: Thomas Karsten.
Makan enak, murah meriah selalu saja jadi favorit semua orang. Yang biasanya menjadi target adalah warung Tegal, alias warteg. Pilihan menu nya beragam, soal rasa juga cukup menggoyang lidah, dan pastinya kantong tidak akan merasa dikuras sesudahnya!
Menikmati aneka sambal dengan suguhan makanan tradisional di tengah suasana alam yang tradisional dipadu gemericik air Sungai Bango, memberikan sensasi tersendiri bagi yang penikmat kuliner. Layak dicoba!
Di Twitter, saya paling sering ditanya tentang tempat-tempat makan murah-meriah - dan wajib halal pula - di Bali. Kok sudah rencana liburan ke Bali masih cari makanan yang murmer? He he he, rupanya sudah kebanyakan blanja-blanji, sehingga jatah untuk makan ikut terpakai untuk belanja.