Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit anggaran sebesar Rp 257,8 triliun di semester I-2020 atau setara 1,57% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Prediksi dari lembaga internasional berbeda-beda sebagai indikasi ketidakpastian. Tapi angka-angka itu menunjukkan ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi.
Akan lebih menguntungkan jika pemberian bantuan dicairkan melalui sejumlah uang. Rakyat akan leluasa memilih barang apa saja yang sekiranya dibutuhkan.
Badan Anggaran DPR menyarankan defisit anggaran 2021 diperlebar lagi demi pemulihan ekonomi nasional. Apakah ini artinya lampu hijau buat genjot utang?
Pemerintah menyebut krisis yang terjadi karena pandemi COVID-19 saat ini dipandang sangat berbeda dengan krisis keuangan Asia 1998 maupun krisis keuangan 2008.