Kapal riset Baruna Jaya I (BJ1) milik Badan Penerangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerima tambahan peralatan dan personel dalam pencarian di hari ketujuh ini. Mereka telah bergerak menuju lokasi penemuan dua objek pesawat AirAsia QZ8501 di zona merah di perairan Teluk Kumai.
Gelombang tinggi dan kuat menjadi kendala tim SAR gabungan untuk menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle). Alat canggih ini yang diharapkan dapat memotret objek yang dipastikan badan pesawat AirAsia QZ8501.
Basarnas menyatakan pihaknya berhasil menemukan dua objek yang cukup besar di dasar laut di kedalaman 30 meter. Objek tersebut dipastikan adalah potongan pesawat.
KRI Bung Tomo dikabarkan menemukan benda besar terindikasi bagian badan pesawar AirAsia QZ8501. Basarnas langsung memerintahkan Kapal MGS Geo Survei untuk merapat ke KRI Bung Tomo karena peralatan yang lebih memadai.
Memasuki hari ketujuh, fokus tim pencari pesawat AirAsia QZ8501 masih pada evakuasi korban. Jumlahnya semakin hari terus bertambah. Puing-puing pesawat pun semakin banyak ditemukan. Bagaimana perkembangannya?
BPPT mengerahkan Kapal Riset (KR) Baruna Jaya 1 ke area evakuasi AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Kapal ini akan menurunkan alat canggih bernama ROV (Remotely Operated Vehicle) yang bisa mendeteksi obyek bawah air menggunakan kamera.