Dulu, berbagai jurus diterapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menghalau atapers alias penumpang nekat yang gemar naik di atap KRL. Sudah 1 bulan ini, atapers tak terlihat.
Sepanjang H-7 hingga H+6 lebaran kedua, jumlah pendapatan Kereta Api Indonesia (KAI) mencapai Rp 215,3 miliar. Angka pendapatan ini meningkat 18% dari periode yang sama tahun lalu.
“Blok M parkir di mana, lebak bulus di mana, untuk menuju halte terdekat dari rumahnya kan penumpang pakai kendaraan pribadi, kalau gak ya sama aja kena macet, lama."
Dahlan mengaku layanan KRL telah berubah ke arah yang lebih baik. Bahkan aksi penumpang yang kerap naik di atas gerbong KRL ekonomi sudah tidak ada lagi.
Sebulan pasca penerapan sistem tiket elektronik atau e-tiketing KRL Jabodetabek pada 1 Juli lalu, jumlah penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek telah tembus 575.134 orang per hari.