Bank Indonesia (BI) menganggap wajar soal melambatnya pertumbuhan kredit saat ini. Kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang memang sedang tidak kondusif.
Kondisi pasar saham global yang kurang kondusif tersebut dan belum adanya perkembangan positif dari perekonomian domestik bisa membuat IHSG kembali berfluktuasi dalam rentang lebar.
Konsumsi masyarakat khususnya dari kegiatan-kegiatan politik seperti belanja spanduk pemilu dan juga dengan kunjungan anggota dewan ke daerah pemilihan (dapil) akan jadi dorongan ekonomi.
Saham-saham di bursa Wall Street AS berjatuhan didorong oleh data perekonomian yang belum meyakinkan. Indeks-indeks utama di Wall Street berakhir negatif.
Saham-saham di Wall Street berakhir melemah di tengah kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global serta rencana Teh Federal Reserve menghentikan program stimulusnya.