Saat Idul Adha ada berbagai olahan makanan dari daging sapi. Selain sate, daging sapi juga bisa dijadikan hidangan berkuah yang lezat. Mulai dari soto hingga asam padeh.
Ragam jenis sosis khas Jerman (bratwurst) selalu mengundang selera. Umumnya disajikan dengan mashed potato atau sauerkraut. Banyak disajikan di berbagai restoran bermenu barat.
Biasanya patty burger terbuat dari campuran daging cincang. Namun di tempat ini, burger jadi lebih sehat dengan isian jamur portobello. Tentu rasanya tak kalah enak dibanding burger biasa.
Es serut Korea atau bing su sedang populer. Di gerai ini ada beragam bing su dengan aneka topping. Seperti es serut bertabur injeolmi dengan bubuk kacang kedelai. Dinikmati bersama roti panggang legit berisi lumatan ubi. Yummy!
Dim sum sudah ada sejak berabad lalu. Kedai-kedai di Jalur Sutera menjajakannya sebagai camilan pendamping teh. Tradisi minum teh pun ikut bergeser makna dengan adanya konsumsi dim sum.
Nuansa khas Amerika ala '70-an cukup terasa pada desain interiornya. Anda bisa melihat poster-poster bergambar kartun Marilyn Monroe hingga Elvis Presley.
Banyak orang tak tahu beda kafe dengan bistro. Kafe identik dengan kedai kopi yang menjual beberapa menu ringan pendamping kopi. Lalu bagaimana dengan bistro? Menu, makanan, dan suasana seperti apa yang ditawarkan di kafe maupun bistro?