"Kita impor 60% walaupun sudah masukin palm oil FAME. Kita spent devisa negara Rp 250 triliun rata-rata dalam 5 tahun terakhir, dan kita subsidi pula," katanya.
"Tapi di satu sisi, tadi mungkin ada golongan-golongan yang harusnya sudah bisa kita minta keikhlasan mereka, legowo jangan pakai BBM subsidi," kata Rachmat.
Hal itu disampaikan Simon di rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) 2024.
Setiap hari Pertamina mengolah sekitar 15 juta data transaksi BBM subsidi. Dengan Artificial Intelligence (AI) pihaknya bisa memproses data lebih cepat.