Asap dari Indonesia menyelimuti sebagian Malaysia, termasuk ibukota negara Kuala Lumpur. Asap yang disebabkan titik api di hutan Sumatera itu sudah mencapai titik yang tidak sehat.
Saat ini waktu yang tepat untuk membangun industri pengolahan limbah di ASEAN. Guna mengurangi klaim terhadap Indonesia sebagai negara pencemar limbah.
Sejumlah kawasan di Riau mengalami kebakaran hutan yang sempat membuat kabut asap. Tim Manggala Agni BKSDA Riau kini berupaya memadamkan kobaran api di wilayah pesisir Riau.
Kabut asap diperkirakan masih menyelimuti sejumlah kawasan di Pulau Sumatera hingga akhir Februari 2011 mendatang. Titik api penyebab kabut asap itu tak cuma ditemukan di Indonesia. Beberapa titik api ditemukan di hutan Semenanjung Malaysia.
Sudah menjadi rutinitas bila habis musim hujan, maka akan berlanjut musim asap. Sepekan terakhir Riau tidak turun hujan, kini muncul titik api yang menimbulkan asap.
"Moskow tak akan menangis," kata John Winsell Davies, Manager Keuangan Wermuth Asset Management - mengutip judul film Soviet yang melambangkan sikap keras kebanyakan orang Rusia.
Langit mendung menyapa ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kota Pekanbaru. Masker untuk mengantisipasi kabut asap akibat kebakaran hutan baru-baru ini pun tersedia di saku.
Peristiwa kabut asap beberapa hari terakhir yang melanda wilayah Pekanbaru Riau termasuk wilayah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia dipastikan memukul sektor pariwisata dan bisnis perhotelan.
Pemerintah Singapura dan Malaysia mengeluhkan kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan di Sumatera. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan Indonesia telah meminimalisir kabut asap sejak 3 tahun lalu.